Melalui Pelatihan DEA, Pemkab Kukar Dorong Pelaku Usaha Tingkatkan SDM Diera Digital

img

Pelatihan DEA yang berlangsung di Hotel Grand Elty Tenggarong.

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Kominfo Banjarmasin menggelar pelatihan Digital Enterpreunership Academy (DEA), di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, Sabtu (12/3/2022).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II Wiyono, dihadiri Kepala Diskominfo Kukar Dafit Haryanto, dan  narasumber (pemateri) dari Universitas Mulawarman Hairul Anwar, serta diikuti para peserta pelaku usaha di Kukar.

Kepala Diskominfo Kukar Dafit Haryanto mengatakan, pelatihan ini merupakan tindaklanjut MoU Pemerintah daerah dengan Kementerian Kominfo. Pemerintah daerah melalui Diskominfo Kukar terus memberikan pelatihan terhadap pelaku usaha muda secara digital melalui DEA.

"Pelatihan tersebut untuk mempersiapkan SDM kita, karena Kukar sebagai IKN Nusantara," kata Dafit Hariyanto kepada Poskotakaltimnews, Sabtu (12/3/2022).

Pemerintah daerah komitmen dalam hal peningkatan Sumber Daya Manusia, pada 2022 ini Kementerian Kominfo menargetkan sebanyak 1500 masyarakat Kukar untuk  mengikuti pelatihan.

"Kami siap dan optimis bisa mencapai target tersebut, target kuota tersebut sangat luar biasa, kalau rencana awal hanya 500 orang, namun Kementerian Kominfo menawarkan kenapa tidak 1500 orang yang diberi pelatihan, tentunya kami siap," sebutnya.

Ia berharap, para peserta pelaku usaha yang diberikan pelatihan ini, bisa mengimplementasikan ilmunya terhadap usahanya masing masing. Sehingga kedepan masyarakat Kukar khususnya pelaku usaha bisa bersaing dengan daerah luar.

Sementara itu Sub Koordinator Penelitian BPSDMP Syarifuddin menuturkan, DEA merupakan pelatihan keuangan secara digital dalam rangka mempersiapkan pelaku usaha yang tangguh untuk mengelola keuangan secara digital dan aplikasi lainnya.

"Tujuan pelatihan ini, kita ingin memberikan mereka (pelaku usaha) pengetahuan, kemampuan dalam pengelolaan keuangan secara digital, dan memanfaatkan marketplace sebagai jalannya bisnis" ujar Syarifuddin.

Lanjut dia, antusias pelaku usaha di Kukar luar biasa, ada sekitar 100 pelaku usaha yang mendaftar, namun hal ini dibatasi hanya 70 pelaku usaha yang mengikuti pelatihan.

"Jadi dari 100 itu kita seleksi hingga sesuai kuota yakni 70 peserta, peserta yang saat ini ikuti pelatihan dari berbagai Kecamatan yang ada di Kukar" ungkapnya

“Kami berharap, kepada pelaku usaha yang mengikuti pelatihan, mampu mengelola keuangan, merencanakan, membuat, dan mendistribusikan informasi produk mereka melalui medsos mereka"katanya.

Secara terpisah, Pemateri DEA Hairul Anwar menyebutkan, materi yang diberikan terhadap peserta pelatihan pelaku usaha yakni, bagaimana menerapkan digital marketing, dan mengelola keuangan.

"Sekarang jamannya sudah teknologi, maka dari itu digital marketing itu penting, hal ini merupakan pembekalan terhadap pelaku usaha di Kukar" jelas Hairul Anwar

Kata Hairul, pelaku usaha yang mengikuti latihan bisa mendapat pengetahuan baru, dan bisa bersemangat lagi untuk mengembangkan usahanya.(*riz/adv)